Cara Menata Furnitur di Ruangan Kosong Tanpa Menyewa Desainer

9

Anda masuk ke ruangan kosong. Gemanya keras. Dindingnya kosong. Dan Anda tidak tahu di mana harus meletakkan lemari kayu ek jelek yang telah Anda bawa selama tiga tahun.

Berhenti. Jangan angkat tangan.

Anda tidak memerlukan gelar dalam desain interior untuk membuat rumah Anda terasa seperti rumah sendiri. Anda hanya perlu rencana. Kebanyakan orang menjadi lumpuh karena pilihan. Mereka melihat ruang kosong dan memikirkan “kemungkinan” daripada “logistik”. Namun melakukannya dengan benar adalah satu-satunya faktor terbesar dalam membuat rumah terasa hangat, menarik, dan layak huni.

Berikut adalah panduan praktis untuk menata furnitur sendiri. Ikuti langkah-langkah ini. Percayai prosesnya.

Mulai Dengan Batu Tulis Kosong

Anda tidak dapat merencanakan tata letak jika Anda berdiri di ladang ranjau yang berisi kotak-kotak dan sofa-sofa tua.

Kosongkan ruangan. Keluarkan semuanya. Maksudku segalanya. Pindahkan furnitur ke garasi, halaman belakang, atau jalan masuk tetangga Anda. Anda perlu melihat dimensi mentahnya. Anda perlu melihat papan lantai, stopkontak, dan sumber cahaya alami tanpa gangguan visual yang mengganggu Anda.

Hal ini tidak dapat dinegosiasikan. Sulit untuk memvisualisasikan arus ketika Anda tersandung tumpukan dekorasi liburan.

Pilih Titik Fokus Anda

Setiap ruangan membutuhkan pusat gravitasi. Sebuah titik fokus.

Ini adalah hal yang pertama kali menarik perhatian. Untuk ruang tamu, mungkin itu adalah perapian. Untuk kamar tidur, biasanya berupa jendela atau tempat tidur itu sendiri. Di kantor rumah, bisa jadi mejanya menghadap ke pintu.

Setelah Anda mengidentifikasi jangkar tersebut, strategi tata letak Anda menjadi sederhana. Anda mengatur sisa ruangan di sekelilingnya. Tidak jauh dari itu. Bukan mengabaikannya. Disekitarnya.

Ini menciptakan harmoni visual. Ini memberi mata tempat untuk beristirahat. Jika Anda tidak memiliki titik fokus internal seperti perapian, Anda dapat membuatnya dengan karya seni berukuran besar, televisi, atau bahkan lampu lantai yang ditempatkan dengan baik.

Jangkar dengan Potongan Terbesar

Mulailah dengan benda terbesar di ruangan itu.

Di kamar tidur, itulah tempat tidurnya. Di ruang tamu, itu adalah sofa atau sectional. Di ruang makan, itu adalah meja.

Tempatkan bagian utama ini terlebih dahulu. Letakkan kira-kira di tempat yang menurut Anda seharusnya dituju. Lalu mundur.

Lihatlah ruang negatif yang tersisa. Area sisa ini menentukan apa lagi yang bisa Anda muat. Jika Anda meletakkan kursi kecil sebelum sofa, kemungkinan besar sofa tersebut tidak muat nantinya. Atau lebih buruk lagi, ruangan terlihat sangat berat dan sempit.

Ciptakan Keseimbangan, Bukan Simetri

Keseimbangan tidak berarti simetri sempurna. Anda tidak memerlukan kursi yang serasi di kedua sisi lampu kecuali Anda ingin tampil di lobi hotel.

Keseimbangan adalah tentang bobot visual.

Sofa kulit yang besar dan berat membutuhkan penyeimbang visual. Mungkin itu lampu lantai tinggi di salah satu sudut. Mungkin sepasang kursi beraksen kecil di sisi lain. Mungkin itu adalah permadani besar yang menjadi tempat berkumpulnya seluruh kelompok.

Jika Anda mendorong semua perabotan ke dinding, ruangan akan terasa steril. Rasanya seperti ruang pamer, bukan ruang tamu. Tarik potongan ke dalam ruangan. Ciptakan pulau percakapan.

Perhatikan Arus Lalu Lintas

Di sinilah para DIYers membuat kesalahan yang merugikan.

Ukur jalur Anda

Previous articleCara Mengubah Kolam yang Membosankan menjadi Zona Hiburan Keluarga dengan 3 Aksesori Penting Mengambang